Asal Nama Indonesia

197

Oleh Muhamad Andi Sufyan

Nama hindia adalah nama yang diberikan oleh bangsa-bangsa eropa yang pertama kali datang. Mereka beranggapan bahwa asia hanya terdiri dari orang arab, persia, india, dan tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara persia dan tiongkok semuanya adalah hindia. Jazirah asia selatan mereka sebut ‘hindia muka’ dan daratan asia tenggara dinamai ‘hindia belakang’, sementara kepulauan ini memperoleh nama kepulauan hindia atau hindia timur.

Pada tahun 1847 di singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, ‘jurnal kepulauan hindia dan asia timur, yang dikelola oleh james richardson logan. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa inggris, george samuel windsor earl menggabungkan diri sebagai redaksi majalah.

Dalam volume iv tahun 1850, halaman 66-74, earl menulis artikel ‘pada karakteristik terkemuka dari bangsa-bangsa papua, australia dan melayu-polinesia’, ia menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk kepulauan hindia atau kepulauan melayu untuk memiliki nama khas sebab nama hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan india yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: indu-nesia atau malayu-nesia. Nesia: nesos, yunani: pulau. Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:

“… penduduk kepulauan hindia atau kepulauan melayu masing-masing akan menjadi ‘orang indunesia’ atau ‘orang malayunesia’ “.

Earl sendiri menyatakan memilih nama malayu-nesia (kepulauan melayu) daripada indu-nesia (kepulauan hindia), sebab malayunesia sangat tepat untuk ras melayu, sedangkan indunesia bisa juga digunakan untuk ceylon (sebutan srilanka saat itu) dan maldives (sebutan asing untuk kepulauan maladewa). Earl berpendapat juga bahwa bahasa melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu earl memang menggunakan istilah malayunesia dan tidak memakai istilah indunesia.

Di halaman 252-347-nya, James Richardson logan juga menulis artikel ‘etnologi dari kepulauan hindia’. Pada awal tulisannya logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan yang sekarang dikenal sebagai indonesia, sebab istilah ‘kepulauan hindia’ terlalu panjang dan membingungkan. Logan kemudian memungut nama indunesia yang dibuang earl, dan huruf ‘u’ digantinya dengan huruf ‘o’ agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah ‘indonesia’. Di sebagian kalangan eropa tetap meyakini bahwa penduduk di kepulauan ini adalah orang india, sebuah julukan yang dipertahankan karena sudah terlanjur akrab di eropa.

Para penjajah lebih suka menggunakan nama hindia. Belanda menggunakan nama ‘hindia-belanda’ dan jepang menggunakan nama ‘hindia-timur’ (to-indo) yang oleh jepang diterjemahkan menjadi indonesia. Dengan demikian, nama-nama hindia-belanda, hindia-timur, dan kepulauan hindia atau indunesia, adalah setali tiga uang.

Bangsa tionghoa menyebut ‘nan-hai’ (kepulauan laut selatan). Bangsa arab menyebut ‘jazair al-jawi’ (kepulauan jawa). Dalam bahasa arab juga dikenal ‘samathrah’ (sumatra), ‘sholibis’ (sulawesi) dan ‘sundah’ (sunda) yang disebut ‘kulluh jawi’ (keseluruhan jawa)

Kongres pemuda 1928 yang kedua

Sekelompok anak muda didikan belanda berdeklarasi untuk bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu yaitu indonesia.

Pada kongres yang pertama, nama bahasa yang dipakai adalah bahasa melayu karena bahasa melayu telah menyatukan nusantara sejak lama tetapi menjadi aneh apabila nama tanah air dan bangsa adalah indonesia tetapi bahasanya bahasa melayu; karena itu dirubah nama bahasa melayu menjadi bahasa indonesia. Mereka barangkali belum mempelajari benar mengenai ilmu bangsa, ilmu keturunan manusia, ilmu sejarah, ilmu kebudayaan, ilmu masyarakat, atau pandangan masyarakat penuturnya.

Peran jepang

Pada saat jepang mempersiapkan kemerdekaan indonesia, jepang memaksakan agar bahasa melayu dirubah namanya menjadi bahasa indonesia. Barangsiapa yang tidak patuh dianggap tidak mau bersatu.

Uang rupiah

Begitu indonesia dinyatakan merdeka, para pendiri negara republik baru ini menetapkan BNI 1946 sebagai bank sentral, dan menerbitkan uang kertas pertamanya, yaitu ‘ori’ (oeang repoeblik indonesia), dengan standar emas, setiap rp 10 didukung dengan 5 gr emas; artinya rupiah dijamin 1/2 gram emas per 1 rupiah tapi hal ini tidak bertahan lama.

Definisi negara

Pemerintahan adalah perlu. Sepanjang sejarah kita mengenal berbagai bentuk pemerintahan: anarki, monarki, oligarki dan demokrasi tetapi negara tidak disebut. Itu karena negara adalah gabungan dari pemerintahan dan perbankan.

Islam, pemerintahan tanpa negara, perdagangan tanpa riba untuk menyambut datangnya zaman baru

Sebuah zaman ada masa berakhirnya. Setelah selesai digantikan dengan zaman yang baru. Kembalilah hidup berjamaah di bawah pimpinan ulil amri yang mencetak, menjamin dan mengedarkan dirham perak dan dinar emas, menjamin kesesuaian timbangan di pasar, dan menarik dan membagikan zakat sesuai dengan ketetapan Allah subhanahuwata’ala.

Sumber dan bacaan lanjutan:

https://nasional.kompas.com/…/180…/Asal-usul.Nama.Indonesia…

https://intisari.grid.id/…/dari-hindia-belanda-hingga-menja…

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_nama_Indonesia

https://archive.lenteratimur.com/…/nyanyi-bisu-bahasa-mela…/

https://m.hidayatullah.com/…/bank-indonesia-milik-siapa.html

https://docplayer.info/58992412-Definisi-negara-24-agustus-…