Begini Cara Sultan Huzrin Hood Teladankan Perluasan Muamalah

760

Penggunaan Dinar emas dan Dirham perak sebagai alat tukar syariah dilandasi oleh kerelaan dua belah pihak. Ini sesuai dengan perintah Allah SWT yang melarang pemaksaan sesuatu alat tukar, dan harus dilandasi oleh redho sama redho. Apalagi alat tukar itu hasil monopoli.  Karena itu umat Islam harus aktif saling mengajarkan, dan mengajak, sesamnya untuk  menerapkan Dinar dan Dirham di setiap transaksinya.

Pihak-pihak yang telah bersedia menerima Dinar dan Dirham kemudian dapat memberikan tanda, berupa stiker khusus, dengan logo khas, yang telah dikembangkan oleh para pemakaian Dinar dan Dirham. Stiker ini berupa tiga lingkaran, berwarna emas, perak, dan tembaga, melambangkan Dinar, Dirham dan Fulus.

Keteladanan dalam halmengajak umat Islam menerapkan muamalah ini acap ditunjukkan oleh Sultan Huzrin Hood, dari KBDM, dengan setiap mengajak pemilik usaha yang ditemuinya. Bila bersedia, langsung Sultan Huzrin akan menempel stiker di satu bagian kedai tersebut.  Hal ini pula yang terjadi beberap apekan lalu, di sebuah kedai kopi yang baru saja dibuka.

Sultan Huzrin Tempelkan Stiker DnD

Setelah memberikan penjelasan secukupnya, Sultan Huzrin mengajak agak pemilik kedai menerima pembayaran dengan Dirham. Saat itu juga dilakukan  penisytirahan dan peresmian kedai kopi hidangan raja-raja “SEKANAK”,  Dapoer Melayu.  Lokasi Kedai  Kopi  Dapoer Melayu ini di  Tanjung Unggat,  tak jauh dari lampu merah Simpang Tanjung  Unggat.

Logo jawara

Nah, selamat menikmati kopi dan bertransaksi cara Nabi SAW. Dan teladailah Sultan Hizrin dalam mengajak orang lain mengerti dan menerapkannya.