Master Plan Wakaf Imarah Toapaya Segera Dirancang

371
Rencana Pembangunan Imaret yang menyandingkan Masjid dan Pasar

Pekan lalu di Toapaya ada peristiwa kecil, tapi penting. Rombongan AMir Zaim Saidi, dari Jakarta, datang untuk memulai perencanaan penyusunan Master Plan Imarah Toapaya. Dari sini segera akan dilakukan peletakan batu pertama pembanmgunannya. Ini adalah sejarah, meski nampak kecilo, bagi umat Islam.

Imarah adalah kawasan pusat terpadu muamalah. Inilah salah satu solusi umat lepas dari jerat riba dan terhindar dari jebakan pasar kapitalis. Di masa-masa muamalah diterapkan, di bawah perlindungan para sultan, Imarah  menjadi pusat dinamika perekonomain dan perputaran kesejahteraan masyarakat. Di situlah pasar, masjid, rumah sakit, dapur umum, dan fasilitas umum lainnya dilaksanakan. Tanpa hukum kapitalisme.

Pasar merupakan basis perdagangan umat yang harus kembali di wujudkan. Hukum di pasar, sama dengan hukum di masjid. Pasar adalah wakaf. Tidak boleh ditarik sewa. Tidak boleh dibangun kios-kios. Tidak boleh dipajaki. Tidak boleh ada pemaksaan alat tukar. Haram monopoli penerbitannya oleh bank sentral. Alat tukar terbaik adalah Dinar emas dan Dirham perak.

Sejak abad 17, dengan maraknya kapitlaisme dan munculnya sistem riba,  Imarah mulai memudar. Pasar kemudian berkembang mengikuti selera kapitalisme. Persaingan  beba tak terelakkan. Tak heran kaum pemodal besar setapak demi setapak menguasai. Tak ada lagi tempat bagi kebersamaan. Imarah merupakan pasar yang berbasis muamalah, tanpa memandang pemodal raksasa. Di sinilah Sunnah Rasulullah SAW terhadap pasar dikembalikan. Di sinilah kebersamaan terhadap umat kembali dirangkai.

Mari kita wujudkan bersama agenda muamalah ini. Di abad 21 ini, Imaret pertama akan di bangun di kawasan Toapaya, Tanjungpinang. Lokasinya sangat strategis. Di tepi Jalan Lintas Barat. Peletakan batu pertama segera dimulai. Tapi dukungan dan sokongan dari berbagai pihak masih dipersilahkan sekali.

Akhir pekan ini, 21 September 2018, diawali rencana pembuatan site plan. Untuk ini seorang arsitek landskap telah dilibatkan.  T Keamrin, juga telah diserahkan wakaf tunai sebesar 140 dirham perak dan 3.5 dinar emas kepada Sultan Huzrin Hood yang  Didampingi Amir Rizal Moeis.

Mari salurkan dukungan Anda lewat Baitul Mal Nusantara (BMN). Sedekah rupiah ke Rek BSM an Amal Nusantara No 067.008.4439 atau ke Rek BSM Tanjung Pinang an Yayasan Bintan Darul Masyhur No   .