Kesatuan Dinar Dirham dan ‘Amr

1090

Oleh Amir Tikwan Raya Siregar

Dinar dan dirham tidak bisa dilepaskan dari urusan zakat. Sedangkan zakat ditarik oleh ulil amri.

Maka ada tiga  hal terkait di sini, yaitu nuqud, zakat, dan amir. Bila salah satunya lepas, maka hakikat dari amalan dinar dirham tidak terpenuhi. Amir bukan siapa-siapa tanpa melaksanakan penarikan zakat. Dan zakat mal sendiri tidak bisa tegak sempurna tanpa nuqud sebagai alat ukur dan pembayarannya.

Jadi, membicarakan dinar dirham (nuqud), tidak lepas dari topik amirat dan zakat. Bila amir telah menentukan kadar dinar dan dirham dan menarik zakatnya menurut ukuran itu, maka itulah yang berlaku, dan itulah yang dipakai di pasar. Dan koin-koin lain yang diedarkan oleh pihak lain yang berupa emas dan perak tetap memiliki harganya sebagai komoditas (perhiasan, tabungan, souvenir, dll), tapi tidak memiliki kesahihan dalam pembayaran zakat. Ikutilah Allah, ikutilah Rasul-Nya, dan ulil amri minkum.

Sesungguhnya, secara historis telah dijelaskan bahwa dinar itu adalah emas murni. Pada masa Kekhalifahan Malik bin Marwan, tingkat kemurnian emas yang paling tinggi barulah 22 karat (sekitar 91,7%). Sejak paruh akhir abad 19 teknologi pemurnian emas telah mencapai 99,99% (24 karat). Maka, secara riil, praktik yang mungkin terjadi di Madinah pada masa Rasulullah sallallahu alayhi wa sallam, para sahabat, dan kekhalifahan adalah dinar 22 karat. Kita menyebut ini sunnah.

Dalam penggunaannya, emas 22 karat juga lebih kuat. Selain itu, penetapan dinar 22 karat juga telah memberi pesan yang kuat untuk jatuhnya nisob zakat seseorang. Dinar dengan 22 karat dapat menyegerakan seorang Muslim untuk menjadi muzakki dibanding mereka yang memegang pendapat dinar 24 karat. Dan ini lebih menggembirakan bagi seseorang yang beriman.

Nah, kita mengikuti dinar 22 karat karena demikianlah ketetapan amir kita yang mengikuti sunnah (apa yang dilakukan Rasul, bukan apa yang kita pikirkan sesuai Rasul), dan ini menenteramkan karena nisob zakat untuk dinar 22 karat lebih cepat membuat kita jadi muzakki. Semoga Allah meridhoi ini.