Perjuangan Mengakkan Dinar Dirham Tidak Bisa Dianggap Sepele

1052
Dengan Bupati Lima Puluh Kota

Oleh Mass Ruddy R Arifin

Banyak yang menganggap perjuangan mengembalikan Dinar dan  Dirham ini sepele, seperti hanya sebatas demi menjaga kekayaan atau demi menjaga stabilitas pasar, dll. Ya memang tidak ada yang salah dari itu, akan tetapi tak sesepele itu.

Sebagaimana yang telah sering disampaikan bahwa kontrol bankir terhadap uang kertas yang berdasarkan kapitalisme atheistik itu benar-benar merusak tatanan kehidupan manusia dalam segala hal, tetapi itu bukan kerusakan inti, kerusakan inti dari yang disebabkan bankir adalah hilangnya Dien, hilangnya agama Islam, hilangnya keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala disadari maupun tidak.

Separuh Dieunul Islam yang awalnya transaksi komersil berupa mu’amalah benar-benar menghilang ditengah-tengah Ummat Muslim setelah proses sistematis yang dilakukan oleh kaum kuffar/bankir untuk membangun bank-bank, didukung dengan pendirian pendidikan sekuler liberal lewat universitas-universitas, membangun demokrasi positivistik, dll. Hingga sampai saat ini, terbentunyak sistem ribawi yang sempurna. Dan senjata utama mereka hari ini adalah uang, uang kertas yang diciptakan dari awang-awang.

Maka pengembalian Dinar dan Dirham ini bermakna pengembalian setengah Dienul Islam yang telah lenyap, pengembalian tauhid, diiringi dengan kembalinya zakat yang sesuai dengan yang Rasul contohkan, yakni dengan cara ditarik oleh Amir juga harus berupa uang nyata/’ayn (Dinar dan Dirham/DnD) yang berarti kekayaan ummat bersirkulasi terus menerus dengan adanya zakat yang benar ini, lalu diiringi dengan Amirat, yakni DnD tidak akan bisa sah digunakan untuk transaksi tanpa diotoritasi Amir/Sultan, dan zakat harus ditarik oleh para Amir/Sultan dan juga pula diiringi dengan dibangunnya Pasar Sunnah/Mu’amalah di mana DnD dipergunakan di sana.

Jadi pengaruhnya bukan sekedar pada diri sendiri atau untuk melawan kezhaliman uang kertas. Melainkan untuk ummat secara menyeluruh, agar Ummat terhimpun dalam satu jama’ah yang terpimpin oleh Amir yang dibai’at atas dasar keta’atan. Karena tiada Islam tanpa jama’ah, dan tiada jama’ah tanpa seorang Amir dan tiada seorang Amir melainkan dengan keta’atan.

Titik akhirnya adalah kemenangan Islam, kemunculan penuh al-Haqq. Itulah kenapa Dinar & Dirham harus dikembalikan, untuk mengembalikan Islam sebagai agama yang seperti Rasulullah sabdakan, paling tinggi dan tiada yang lebih tinggi dari Islam. Ini perjuangan kita, jihad melawan kapitalisme. Yang Haqq hadir maka yang bathil akan musnah dengan sendirinya. Perjuangan mengembalikan Dinar dan Dirham sama sekali tidak bisa disebut sepele, ini perjuangan kita di zaman ini. Bagi yang merindukan Islam kembali mengatur penuh kehidupan kita semua.

Allahu a’lam bishshawwab.

SHARE
Previous articleBaiat
Next articleAsal Nama Indonesia