Republik Catalonia, Lebih dari Pernyataan [Satu]

243

REPUBLIK CATALONIA, LEBIH DARI PERNYATAAN Tulisan Pertama [Shaykh Umar Ibrahim Vadillo]

“Kita harus merdeka, bukan karena kita mengklaim kemerdekaan, tapi karena kita mempraktekkannya” William Faulkner.

Catalonia adalah terlalu kecil untuk membebaskan dirinya sendiri, tetapi cukup besar  membebaskan dunia. Apa yang telah lahir pada tanggal satu Oktober bukan lah Repulik Katalonia, tetapi Republik Spanyol. Katalonia yang baru telah menang.

Republik Catalonia adalah sebuah fakta. Ini telah terjadi didalam hati-hari dari cukup orang. Dan itu adalah apa yang penting. Kasus de jure dari Republik bukanlah hanya sebuah ‘penantian dari waktunya’, tetapi ini berada didalam gedung apa yang masih hilang. Apa yang masih hilang seharusnya menjadi urusan inti dari refleksi kita.

Mengguncang jaman modern sekali untuk selamanya.

Sejarah belum datang kepada sebuah akhirnya dan masa depan kita masih menunggu untuk disingkap. Deklarasi Heidegger dari ‘filosofi telah sampai pada sebuah akhir’, digaungkan oleh Lastett “filosofi politik telah mati”, adalah indikasi-indikasi dari kebutuhan dari permulaan yang baru. Pandangan normatif dan positivis dari keadilan, kesetaraan, kebebasan atau hak-hak sekali telah dipandang sebagai kekuatan dari sebuah masyarakat baru telah lemah pada kaki dari kesuksesan mereka sendiri. Mereka kekurangan kapasitas operatif untuk menghadapi isu-isu baru yang muncul pada masyarakat-masyarakat konstitusional abad ke dua puluh satu yang telah lahir di dalam kebebasan normatif.

Di antara isu-isu Saya akan menyebutkan hanya tiga yang kelihatan relevan kepada kasus kita: determinasi-otomatis dari minoritas-minoritas nasional, kedaulatan nasional terbatas yang dipaksa oleh hutang finansial internasional dan ketidakamanan struktural dan kegentingan dari gaji-gaji dan tenaga kerja.

Masyarakat Catalonia Spanyol menyatakan kemerdekaannya

Mungkin kemerdekaan tidak dapat dibuat undang-undangnya. Mungkin kemerdekaan bukan sebuah ide dan ini adalah sebuah aksi, dan sebuah aksi hanya ‘adalah’ di dalam eksekusinya’ (Scheller). Kemerdekaan harus untuk membebaskan dirinya sendiri dari fondasi-fondasi metafisik atau ilmiah. Sebuah sebutan untuk sebuah ‘kemerdekaan tanpa-dasar’ dalam jargon bahasa Yunani adalah: kemerdekaan-anarco [‘-an’ (tanpa); ‘-arche’ (dasar)]. Ekspresi ini mungkin kedengaran mengherankan kepada elit kita yang terdidik, tetapi secara sempurna masuk akal kepada mereka rakyat Katalan yang masih mengingat Durruti. Kami tidak bermaksud untuk menarik nostalgia kepada CNT yang berkeinginan kuat (yang mana telah dikalahkan) tetapi lebih baik kami berkeinginan untuk menunjukkan bahwa anarkisme harus ditinjau kembali. Tantangan-tantangan “anti-fondasi” ini yang baru keduanya fondasi liberal rasionalis dari Abad Pencerahan dan teori politik modern. Ini seharusnya relevan kepada para anarkis Katalonia yang mana telah memberikan begitu banyak kepada dunia dimasa lalu.

Katalonia menginginkan kemerdekaan dan ini tidak sendirian. Di sana ada gerakan-gerakan kemerdekaan di Corsica, Skotlandia, Quebec, Kurdistan, Kesultanan Sulu, Euskadi dan banyak ditempat-tempat lain. Tetapi ketika dilihat dari standar hukum kita yang sekarang, ini memperlihat bahwa ‘kemerdekaan-isme’ tidak memiliki sebuah ruang yang dapat hidup terus. Dari perspektif Negara-negara sentral, kebutuhan dari kepastian di dalam persatuan nasional dan prinsip-prinsip regulasi yang jelas selalu menghasilkan dalam kekerasan pencegahan, dan sebuah siklus dari ‘kebutuhan lebih dari kepastian lebih banyak kekerasan’. Masalahnya adalah ketika regulasi adalah sebuah horison dari diskusi orang-orang yang menjadi tidak kelihatan, kemudian, manusia-manusia menjadi ‘obyek-obyek’ dari Hukum.

Abad Pencerahan telah ‘melihat’ kemerdekaan dan kesetaraan kita sebagai hak-hak. Ide dari hak-hak ini, mengandaikan sebuah dialektik oposisi antara teorisasi dari masyarakat; konsep-konsep filosofis dan teori politisasi praktis melalui sebuah kerangka dari hak-hak legal dan representasi politik. Di sana ada sebuah masalah di dalam persamaan ini: individu adalah satu ‘benda’. Masalahnya adalah “Saya” itu termasuk kepada setiap dari kita (Dasein) adalah semata-mata dilihat sebagai ‘data’ yang relevan kepada teori.

Teori adalah apa yang maLers dan didalam konteks latihan eksistensial dari kemerdekaan dan kesetaraan bukan hanya anekdotal. Oposisi radikal kepada kerangka legalistik ini (Gestell) adalah untuk mengatakan: “Saya bukanlah sebuah ide”,”Saya menolak untuk menjadi data”:

Masyarakat Catalonia menyatakan dirinya bukan bahagian Spanyol

Kebingungan dari hak-hak kemudian membeberkan seperti ini: Saya tidak merdeka karena Saya memiliki sebuah konstitusi yang mengatakan bahwa Saya merdeka. Saya merdeka jika saya dapat melaksanakan kemerdekaan saya. Saya bukan seorang pemilik karena Saya memiliki sebuah kertas yang mengatakan demikian; atau Saya ada seorang pemilik karena Saya dapat melaksanakan kepemilikan saya. Saya tidak memiliki keinginan politis karena Saya memiliki seseorang yang dapat merepresentasikan keinginan saya; atau Saya memiliki keinginan politis hanya ketika Saya merepresentasikan keinginan saya. Saya tidak dapat membeli apa yang saya inginkan karena pemerintah membeli atas nama saya, Saya merdeka untuk membeli ketika Saya membeli atas nama saya. Saya tidak bebas untuk memilih uang apa yang Saya inginkan jika pemerintah memutuskan untuk saya. Dan selanjutnya.

Perhatikan bahwa kita tidak secara sederhana mengatakan kita butuh untuk mengubah hukum-hukum untuk mempertahankan hak-hak kita lebih baik. Kita mempertanyakan validitas dan relevansi dari sebuah hukum positif berdasarkan atas hak-hak. Tidak semua hukum-hukum positif itu buruk: kebutuhan untuk memiliki satu hukum untuk meregulasi lampu-lampu lalu lintas telah dijustifikasi dan kemudian memiliki merah, hijau dan kuning sebagai kode semaunya adalah berguna. Permasalahan dari kerangka adalah tentang mengubah fokus dari perhatian kita: dari klaim kemerdekaan menuju praktek dari kemerdekaan.

Ikuti uangnya

Ide bahwa populasi dari Spanyol memiliki hak untuk memaksakan sebuah pajak (melalui kapasitas distributif dari Negara Sentral) kepada populasi dari Katalonia untuk alasan apa pun yang bajik, bukan bajik tetapi konyol. Seperti ini konyol untuk menyarankan bahwa populasi dari Ghana memiliki hak untuk meminta sebuah pajak dari rakyat Jerman. Pajak tidak akan pernah berarti solidaritas. Seperti pemerkosaan tidak akan pernah berarti cinta. Dan pajak adalah inti dari gerakan-gerakan ‘pejuang kemerdekaan’ kebanyakan. Buang pajak-pajak dan rakyat akan menemukan diri mereka sendiri lebih pada ketentraman. Pajak-pajak dibutuhkan, tetapi kita dalam kebutuhan dari pemikiran pemajakan melampaui prinsip usang dari ‘tidak ada pemajakan tanpa representasi”, kedalam sebuah yang lebih komprehensif “tidak ada pemajakan tanpa distribusi otomatis dan penuh kepada rakyat yang membutuhkan”, bahwa itu untuk mengatakan “tidak ada pemajakan (yang dibayar) kepada perwakilan”.

Katalonia membayar 45 juta Euros satu hari kepada pemerintah pusat dari Spanyol, apakah uang ini menggapai rakyat yang membutuhkan di Spanyol.

Selanjutnya, apakah siapa pun percaya bahwa ini adalah sebuah aksi dari cinta dari Pemerintah Spanyol untuk menahan Katalonia di dalam Spanyol? Jelas-jelas, itu bukan apa dari Pemerintah Spanyol yang telah mendemonstrasikan di dalam beberapa minggu terakhir-kecuali kita juga percaya bahwa Amerika Serikat membombardir Irak karena cinta untuk rakyat Irak. Kebetulan, Amerika Serikat juga naik banding kepada Hukum dan -secara ironis- kepada hak-hak asasi manusia dari rakyat Irak. Ketika pemerintahan dari Presiden Rajoy mengenalkan artikel keras 155 dari Konstitusi Spanyol, ia kemudian menjelaskan bahwa ia telah melakukannya untuk ‘mempertahankan kemerdekaan’ dari rakyat Katalonia.

Ketika para Generalitat dan Pemerintah Spanyol keduanya mempertahankan kemerdekaan dan demokrasi dalam pertahanan dari tujuan berlawanan mereka, ini berarti bahwa kemerdekaan dan demokrasi antara memiliki arti terlalu banyak atau terlalu sedikit. Masalahnya adalah bahwa mereka menolak untuk berdialog. Tetapi, kedua partai mengatakan mereka menginginkan dialog, tetapi mereka tidak bisa karena bahasa sekarang yang kepayahan, tidak mampu memproduksi skenario-skenario dari pemahaman. Secara jelas nasionalisme Spanyol dan nasionalisme Katalan tidak dapat berbicara. Apakah nasionalisme sebuah penyusunan rasional? Nasionalisme telah populer karena ini memproduksi hasil-hasil yang menguntungkan di masa lalu, tetapi di dalam jaman dari finansial global apakah nasionalisme telah usang? Apakah dapat di selesaikan dengan strategi-strategi baru?

Permulaan baru, Naratif-naratif baru

Tanggal satu Oktober adalah sebuah permulaan yang baru. Semuanya berada dalam pembangunan. Seperti setiap permulaan baru ini membutuhkan naratif-naratif baru, yang mana didukung oleh identitas-identitas kita sendiri mereka mengizinkan kita untuk mengidentifikasi wawasan-wawasan, strategi-strategi dan kesempatan-kesempatan baru. Refleksi kita membimbing untuk mengusulkan sebuah analisa baru di dalam yang mana “nilai-nilai spiritual” dapat menanggulangi modernisasi dengan dua komponen prinsipal “tradisional lawan sekuler” dan “masyarakat aktif lawan perwakilan politik”. Model-tandingan yang kita ajukan adalah kata dari bahasa arab tua “asabiyah” yang berarti “kohesi sosial”. Niatnya adalah untuk menemukan sebuah jalan keluar dari jebakan rasional dari masyarakat modern kita yang menyajikan penurunan yang tak terhindarkan dari kondisi kehidupan dan pengangguran struktural sebagai sebuah realitas mutlak.

Asabiyah adalah sebuah pemberontakan melawan hocus-pocus (sihir) dari deternisme ekonomis yang dijual ke kita. Asabiyah adalah sebuah paradigma baru dari bagaimana pertumbuhan dan keadilan dapat digapai di dalam ekonomi rakyat, bagaimana untuk mendesain strategi-strategi baru dan menggenggam kesempatan-kesempatan baru dari horison sekarang dari siklus krisis ekonomi yang tak kenal ampun. Asabiyah tidak dapat dipisahkan dari rakyat.

Untuk pergi jauh dan melampaui penyusunan modern dari ide-ide rasional dan struktur-struktur, kami mengajukan enam kata. Enam kata-kata ini akan menjelajahi kohesi sosial (asabiyah) di dalam cakrawala dari komunalisme, kesadaran grup dan solidaritas:

  1. Creenca (Kepercayaan)
  2. Iniciacio (Inisiasi)
  3. Consciencia de grup (keanggotaan)
  4. Cura (Kepedulian)
  5. Mercats (Pasar-pasar)
  6. Exportacio (ekspor)

 

  1. Percaya pada Republik

Mengutip FC Barcelona, “Mes que un club”, La Republica catalana harus menjadi “Mes que una republica”. Ketika Anda percaya, segalanya yang anda saksikan menguatkan kepercayaan itu. Ini intrinsik terhadap sifat alamiah manusia kita untuk dapat ‘mentransformasikan pengalaman’ dari hampir setiap aktivitas. Untuk mentransformasikan pengalaman dari Republik para pemimpin harus menarik kedalam hati. Mes que una republica harus berarti, lebih dari sebuah ide. Bahwa domain selanjutnya di mana ‘aksi dan keimanan’ berdiri sebagai satu unit. Anda adalah apa yang anda lakukan, bukan apa yang anda pikirkan. Republik adalah apa yang Republik lakukan. Jika anda mencurangi saya, jangan berikan saya hak-hak. Tidak ada yang lebih repulsif daripada untuk diberitahu tentang hak-hak anda oleh seseorang yang mencurangi anda.

Tidak ada republik tanpa kebajikan publik. Kebajikan adalah koneksi dari aksi-aksi rakyat dengan nilai-nilai mereka yang terdalam. Hanya para pemimpin yang bajik dapat berbicara tentang kebajikan dengan aksi-aksi mereka.

Sebuah Katekeseisme Republikan seharusnya ditulis daftar aksi-aksi bukan hak-hak yang mana mengharuskan devolusi dari ekonomi kepada rakyat.

Ini adalah CUP dan yang lain di Katalonia menyebut dengan ‘ekonomi demokratis’, tetapi dengan sebuah pendirian anarkis sebenarnya, berarti: Keadilan bukan memajaki dalam rangka untuk memberikan kompensasi disparitas yang disebabkan oleh malfungsi dari pasar, tetapi lebih baik untuk menyingkirkan malfungsi dari pasar itu sendiri. Pajak adalah untuk mendukung secara langsung mereka yang tidak dapat secara bajik berpartisipasi di dalam sebuah pasar fungsional untuk apa pun alasannya. Demokrasi Ekononomis di dalam Republik adalah ‘mes que una republica’

Kepercayaan bukanlah sebuah urusan rasional; hanya seperti anda mencintai ibu anda bukanlah sebuah urusan rasional. Itu  bukan berati bahwa kepercayaan adalah “tidak rasional”. Bukan menjadi rasional sederhana berarti bahwa ini adalah ‘lebih dari rasional’. Melampaui rasional adalah zona dari hati (bukan bawah sadar fiksional). Hati memiliki kekuasaan kognitif para dua akun dari dua dinamis yang mendominasi akal: cinta dan rasa takut. Kedua cinta dan rasa takut dibawa ke hadirat. Cinta melakukannya dengan ‘menjadi tertarik kepada’, dan rasa takut dengan ‘menjadi ditolak dari’. Hati bukanlah seorang pengamat tetapi sesuatu yang diamati. Hati memiliki visi yang mana mengembang dan menguncup sebagaimana hati mengembang dan menguncup. Tujuan dari pengetahuan ini adalah untuk dapat mengatur hati bukan malahan diatur oleh hati, yang mana adalah cara lain untuk mengatakan, mengatur kekuasaan dari hati. Anda tidak berbudi luhur karena anda memberitahukan diri anda sendiri bahwa anda adalah (anda yang menilai), tetapi karena anda mengetahui bahwa anda yang dinilai. Realitas yang menilai anda, bukan kepala anda. Realitas yang mengatakan jika anda adalah berbudi luhur.

Ketika Dorati sedang mengorganisasi Columna de Durruti nya yang terkenal untuk melawan Franco di Aragon, mengetahui bahwa para milisinya akan harus menghadapi kematian, berkata:

“Dalam pertarungan anda tidak bisa berperilaku seperti tentara yang diperintahkan, tapi sebagai orang sadar yang mengetahui transendensi tindakannya. Saya sudah tahu bahwa mendapatkan ini tidak mudah, tapi saya juga tahu bahwa apa yang tidak didapat dengan penalaran juga tidak didapat dengan kekuatan. Jika aparat militer kita dari revolusi harus didukung oleh rasa takut, akan terjadi bahwa kita tidak mengubah apapun, kecuali rasa ketakutan. Hanya dengan membebaskan diri dari ketakutan bahwa masyarakat dapat membangun dirinya dalam kebebasan ”

Kami hanya akan menyoroti kalimat terakhir: “Hanya dengan membebaskan diri dari ketakutan bahwa masyarakat kita akan dapat dibangun dalam kebebasan”. Durruti juga mengatakan:

Senjata revolusi yang paling kuat adalah antusiasme. Dalam revolusi, kemenangan dicapai saat semua orang tertarik pada kemenangan, membuat masing-masing menjadi penyebab pribadi mereka. Jawaban atas panggilan saya, “katanya kepada orang-orang yang menunjukkan keterkejutannya,” akan memberi kita ukuran minat bahwa kota Barcelona berada dalam revolusi dan kemenangannya. Selain itu, ini adalah cara untuk menempatkan masing-masing sebelum tanggung jawabnya sendiri, sebuah kesempatan bagi setiap orang untuk menyadari bahwa perjuangan kita bersifat kolektif dan bahwa kemenangan mereka bergantung pada usaha semua orang. Ini dan tidak ada yang lain adalah arti dari panggilan kita. ”

Sekarang kita hanya akan menyoroti kalimat pertama: “Senjata revolusi yang paling kuat adalah antusiasme”.

Tanpa kehilangan banyak kata-katanya, saya hanya akan mengatakan bahwa rasa takut dan antusiasme bukanlah masalah akal. Anda tidak bisa merasionalisasi rasa takut, tapi rasa takut akan benar-benar mendominasi akal sehat Anda. Hal yang sama berlaku untuk antusiasme. Harapan dan ketakutan adalah masalah hati. Keyakinan dibangun di dalam hati, bukan di kepala. Keyakinan menghasilkan motivasi.

  1. Inisiasi dalam Republik

Motivasi tidak cukup jika rakyat tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mempertahankan dan mempromosikan urusan dari Republik. Para pemimpin harus mendidik rakyat dan cara yang tertinggi dalam pendidikan adalah inisiasi. Tujuan dari inisiasi bukan untuk mendoktrin para murid tetapi untuk menciptakan para tuan. Para tuan memprakarsai orang-orang yang akan memulakan orang-orang lain. Inisiasi bukan semata-mata untuk menyampaikan ide-ide dari satu ke yang lain, tetapi untuk menyampaikan kondisi (tingkatan dari pengetahuan yang seseorang miliki) dari satu ke lainnya. Ini bukan semata-mata tentang pidato, atau argumen-argumen belajar, tetapi untuk menjadi seorang republikan. Inisiasi berarti transmisi dari muka ke muka. Di sana ada sebuah perbedaan antara belajar dari sebuah buku dan belajar dari orang lain. Hanya mata yang meneruskan ilmu pengetahuan, buku-buku hanya meneruskan informasi.

Inisiasi membangun satu hubungan di antara orang-orang, satu akar kepada ilmu pengetahuan. Ini meluas kepada semua tipe dari pengetahuan dari yang tertinggi sampai yang terendah. Sebuah masyarakat yang belajar bagaimana untuk memprakarsai adalah sebuah masyarakat yang sehat. Gilda-gila adalah ekspresi bersejarah dari semua masyarakat-masyarakat pra-kapitalis dan mereka adalah pola dasar dari inisiasi tradisional. Menjadi pra-kapitalis tidak berarti bahwa mereka usang (sebagaimana mereka telah membuat kita percaya demikian).

Gilda-gilda adalah ekspresi dari semua peradaban dunia dari Beijing ke Athena menuju Istanbul menuju pra-kapitalis Barcelona. Kita mengetahui gilda-gilda dari awal peradaban. Gilda-gilda tidak mati karena sebab-sebab alami, gilda-gilda dibunuh oleh Negara Kapitalis melalui perundang-undangan yang mana mempromosikan perbankan. Ini adalah undang-undang anti-gilda yang adalah masih inti dari konstitusionalisme modernis.

Kropotkin, telah membawa ke panggung utama kepentingan revolusioner dari gilda-gila dalam Mutual Aid nya dan telah membuka anarkisme kepada sesuatu dari pembangunan-pembangunan doktrinal yang paling bermanfaat yang menginspirasi gilda-gilda sosialisme, dan bahkan fasisme. Masyarakat tanpa proletariat, masyarakat dari solidaritas, dari saling membantu, dari spiritualitas alami adalah masyarakat gilda. Model dari satu pemilik dan 10.000 karyawan diganti oleh 10.001 anggota gilda. Gilda adalah seperti kooperatif dengan dua perbedaan besar: otonomi dalam rumah dari loka karya dan status hukum mereka sebagai institusi publik. Otonomi telah memiliki konsekuensi positif dalam efisiensi dan inovasi dengan mempromosikan kompetisi sambil berbagi sarana produksi utama. Status publiknya menciptakan sebuah kebudayaan dari inklusivitas dan penerimaan universal, membuat “domain produksi” sebuah bagian integral dari masyarakat dan bukan urusan eksklusif dari para anggotanya.

Republik inisiasi adalah sebuah republik dari pendidikan, solidaritas dan gremis (serikat buruh).

[Sumber dari www.Shaykhabdalqadir.com; Diterjemahkan oleh M Bayu Andika]