Sebanyak 126 Dirham Perak Zakat Mal Kembali Dibagikan

510

Zakat mal hanya sah bila dibayarkan dengan harta riil (‘ayn) yang ditetapkan. Zakat binatang dibayarkan dengan binatang, zakat tanaman dibayar dengan hasil tanaman bersangkutan, ada pun harta moneter dan barang dagangan dibayarkan dengan Dinar emas atau Dirham perak.

Ketentuan ini telah lama diabaikan oleh umat Islam, tapi sejak 2002 Dinar emas dan Dirham perak telah kembali dicetak di Indonesia, maka rukun zakat biusa kembali ditegakkan.

Demikian lah pekan lalu di Depok kembali dibagikan zakat mal sebanyak 126 Dirham perak. Amirat Indonesia, melalui Baitulmal secara rutin menarik dan membagikan zakat mal, sesuai ketentuannya. Untuk memudahkan para pemilik Dinar dan Dirham setiap bulan diuadakan Pasar Muamalah. Di pasar inilah koin tersebut berlaku sebagai alat tukar.

Pedagang bebas berjualan. Tanpa sewa. Tanpa pajak. Dan tanpa riba. Nabi SAW bersabda: “Sunnahku di pasar sama dengan sunnahku di masjid”. Jadi, pasar adalah wakaf, tidak boleh dimiliki pribadi. Tidak boleh disekat-sekat.

Selain di Depok, pasar sejenis juga berlangsung di Ketapang dan Tanjung Pinang. Semoga umat Islam di berbagai tempat meneladaianya.